PENYAKIT demam berdarah dengue (DBD) menyerang Kota Tanjungbalai. Empat warga meninggal dunia pada dalam dua minggu terakhir. Kasus meninggalnya mereka terjadi pada Jumat (1/8) dan Kamis (7/8).
Demikian keterangan yang disampaikan Kepala sub Dinas P2P (pencegahan penyakit dan penyehatan) Dinas Kesehatan Sumut Surya Darma, Selasa (12/8) di Medan. “Ini informasi yang kami terima dari petugas dinas kesehatan setempat paling baru”, kata Surya.
Surya tidak bersedia menjelaskan identitas keempat korban itu di Tanjungbalai, karena data detailnya masih berada di tangan stafnya . “Kami hanya bisa jelaskan jumlah penderita sejauh ini sebanyak 25 orang dengan angka kematian empat orang”, katanya.
Dia meminta kepada masyarakat agar menjaga kondisi lingkungannya. Penyakit demam berdarah, tuutrnya, berbasis pada lingkungan.
“Jadi untuk mencegah serangan penyakit ini harus menjaga lingkungan tetap sehat. Tujuannya agar nyamuk penyebar penyakit demam berdarah tidak bisa berkembang”, katanya.
Tinjau Kawasan DBD
Di Tanjungbalai. Walikota Dr.H.Sutrisno Hadi SpOG, beserta Assisten II Dr.H.Husinuddin, Kadis Kesehatan Dr.H.Azwar Mahmud Lbs MHA,Direktur BPRSU Dr.T.Mansyur yakni Dr.Hj Diah Retno dan Kakan Infokom Dra.Darul Yana Srg, kemarin, turun meninjau langsung daerah yang terkena penyakit DBD yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan . Kedatangan Walikota disambut Camat serta Lurahnya dan serta warga masyarakat setempat.
Sebelumnya dari kelurahan tersebut ada beberapa orang yang terkena penyakit DBD ini yang telah dirawat di RSU Dr.T.Mansyur dan ada yang telah meninggal dunia .
Pada kesempatan tersebut Walikota menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar kiranya membersihkan parit-parit atau got mengkuras air yang telah tergenang yang dapat membuat berkembang biaknya nyamuk.
“Jika air yang tergenang sering dikuras, nyamuk tidak dapat berkembang untuk menularkan penyakitnya”,ujar Sutrisno..Kadis Kesehatan Dr.H.Azwar Mahmud Lbs MHA ,dalam kesempatan tersebut bahwa Dinas yang dipimpinnya telah berbuat melakukan sosialisasi,penyuluhan serta pemberian obat Abate kepada masyarakat dalam upaya mengantisifasi merebaknya DBD (Demam Berdarah Dengue)
Penyakit DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang bersarang ditempat-tempat penampungan air dirumah,seperti tempayan,Drum,Bak mandi,dan sampah-sampah yang dapat menampung air hujan.
Dijelaskan cara tepat untuk mencegahnya adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue(PSN-DBD), dengan cara sering menguras tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali,menutup tempat-tempat penampungan air bersih rapat-rapat,menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Agypti,Abatasasi menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air,dan tak lupa melaksanakan gotong royong disetiap lingkungan minimal sekali dalam seminggu.(kom/zahri)